Budaya Membaca, Rahasia Kecerdasan Orang Jepang yang Bisa Kamu Tiru


Budaya membaca kita masih kalah jauh dari negara seperti Jepang sob, so kita harus membudayakan membaca agar kita bisa menjadi bangsa yang maju dan berpengetahuan.

Jepang.. Jepang. Emang bener-bener dah orang-orang Jepang itu selalu bikin mata gak pernah kedip. Bukan karena cakepnya aja. Emang udah pasti kalau orang-orang Jepang itu pada cakep. Tetapi yang bikin mereka lebih cakep itu karena mayoritas orang-orang Jepang itu memiliki IQ dan kecerdasan yang membuat seluruh dunia sepakat bahwa Jepang adalah salah satu negara yang kualitas manusianya sangat baik,dan banyak infrastruktur dan temuan yang dibuat orang-orang Jepang selalu menjadi yang terbaik. Nah kok bisa sih orang-orang Jepang itu pada pinter-pinter gitu. Padahal kalau kita lihat, mereka juga makan nasi kayak kita yang di Indonesia kan ya? Hmm. Pada penasaran kan, mau tau gak resepnya?, mudah banget kok. Simak ya guys.Bangsa-pembaca.jpg-386x290
Ternyata, sejak zaman sekolah, anak-anak di Jepang sudah diajari yang namanya membudidayakan membaca dimanapun tempatnya. Bahkan di MRT pun mereka hanya punya dua pilihan aktifitas, kalau tidak tidur yang membaca. Gak kayak di kita ya guys, malah asik rumpiin cowok atau cewek kece di jalan. Ya ampuun, ini bukan contoh yang pantut untut ditiru ya guys. Hehe
Menurut Yoshiko Shimbun, sebuah harian nasional Jepang terbitan Tokyo, kebiasaan membaca di Jepang diawali dari sekolah. Para guru mewajibkan siswa-siswanya untuk membaca selama 10 menit sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kebijakan ini telah berlangsung selama 30 tahun. Para ahli pendidikan Jepang mengakui bahwa pola kebiasaan yang diterapkan ini terlalu bersifat behavioristik, di mana terdapat reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) dalam pelaksanaan aturan tersebut. Namun, pembiasaan yang dilakukan dari tingkat sekolah dasar dinilai cukup efektif, karena dilakukan pada anak-anak sejak usia dini.budaya-membaca-orang-jepang
Awalnya, seperti yang disebutkan harian tersebut, pelaksanaan regulasi tersebut memang sulit dilakukan, mengingat para murid memiliki latar belakang keluarga dan lingkungan yang berbeda. Namun, karena pola pendidikan di Jepang didesain sedemikian sehingga berkesinambungan dengan pola pendidikan di rumah, sehingga dalam pelaksanaannya, orangtua juga proaktif mengembangkan kebiasaan baca di sekolah.
Jam masuk sekolah di Jepang dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat. Tetapi gerbang sekolah mulai ditutup 15 menit sebelum pelajaran formal dimulai. Pada jam inilah biasanya peraturan tersebut dilaksanakan. Dengan demikian, pada lima belas menit pertama anak-anak sekolah dasar diwajibakan membaca buku apapun yang dipilihnya dari perpustakaan sekolah. Tidak hanya itu, pola pendidikan di Jepang juga dibuat untuk mendorong siswa agar aktif membaca, seperti mempresentasikan karya sastra klasik, membuat kelompok story telling berdasarkan buku yang telah dibacanya untuk kegiatan amal yang berlangsung pada akhir tahun pelajaran.subway
Saat ini peraturan ini memang tak seketat ketika pertama kali diterapkan. Banyak sekolah yang tidak menyebutkan peraturan tersebut secara tertulis. Namun demikian, budaya baca yang telah tertanam pada pelajar di Jepang rupanya membuat siswa-siswa ini secara sadar dan mandiri membuka ruang-ruang diskusi ilmiah informal di luar jam pelajaran mereka, dengan salah satu agendanya adalah membahas banyak buku-buku yang tengah terbit ataupun fenomenal.
Akhirnya, budaya membaca inilah yang menjadiakan orang-orang Jepang wawasannya sangat luar bias luasnya meski dia hanya pedagang sayuran. Mudah banget kan guys resepnya, kamu pasti bisa kok mencoba metodenya orang-orang Jepang ini supaya kamu menjadi pemuda Indonesia yang anti mainstrem gitu deh.orang-yang-lagi-membaca
Kalau temanmu nagajak hangout atau main PS, kamu gak papa ikutan, tetapi minimal kamu kasih waktu 10 menit saja untuk mmebaca. Kalau rutin, kamu bakalan terus ketagihan membaca, apalagi dengan membaca akan banyak hal baru yang bakal kamu temuin.
Gimana?, sekarang udah punya jadwal buat menyediakan waktu untuk membaca belum?, minimal di tas yang selalu kamu bawa itu harus ada buku bacaan, ya barang kali kalo lagi naik angkot dan kebetulan angkotnya kena macet, kamu gak bete karena bisa membaca buku kesukaanmu. Siapa tau Indonesia bakalan memiliki budaya baca ini, agar kualitas manusia di Indonesia juga semakin baik, nah caranya dimulai dari kamu sahabat.(NIF)
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment